Operator Utama Sistem Informasi Geografis

I. Skema 

Kode Skema : SS-05-OSIG-04-2021
Judul Skema : Operator Utama Sistem Informasi Geografis
Ringkasan Skema :  Kemasan kompetensi yang digunakan mengacu ke SKKNI Sektor  Jasa Arsitektur dan Keinsinyuran yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan Nomor 172 Tahun 2020 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Aktivitas Profesional, Ilmiah, dan Teknis Golongan Pokok Aktivitas Arsitektur dan Keinsinyuran; Analisis dan Uji Teknis bidang Informasi Geospasial
Kode Unit
J.63OPR00.001.2 Menggunakan Perangkat Komputer
M.71IGN00.098.2 Mengoperasikan Perangkat Lunak Sistem Informasi Geografis
M.71IGN00.197.2 Membaca Peta
M.71IGN00.099.3 Mengonversi Data Geospasial Analog Menjadi Digital
M.71IGN00.100.2 Menginput Data Hasil Pengukuran Lapangan
M.71IGN00.185.2 Melakukan Pemberian Sistem Koordinat Peta
M.71IGN00.187.2 Melakukan Konversi Antar Format File Penyimpanan Data Geospasial
M.71IGN00.188.3 Mengedit Data Geospasial
M.71IGN00.189.2 Melakukan Transformasi Sistem Koordinat

II. Persyaratan Dasar Pemohon Sertifikasi

  • Lulusan D1 bidang SIG/Survei dan Pemetaan/TeknikGeomatika/Informasi Geospasial atau yang setara, memiliki sertifikat pelatihan operator SIG dari lembagapelatihan/institusi atau memiliki pengalaman kerja di bidang Operator SIG paling sedikit 1 (satu) tahun. Setara yang dimaksud yaitu setara dengan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang terakreditasi dari Kementerian Ketenagakerjaan dan lama pelatihannya selama 1 (satu) tahun meliputi pelatihan bidang survei dan pemetaan untuk jenjang 3 (tiga). Lembaga pelatihan/institusi contohnya tidak terbatas pada antara lain:1) Perguruan tinggi yang mempunyai program studi Teknik Geodesi/Geomatika/Geografi yang terakreditasi A atau Unggul di BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi); atau 2)institusi pemerintah yang melaksanakan pelatihan di bidang survei dan pemetaan; atau 3) lembaga pelatihan yang terakreditasi di bidang survey dan pemetaan; atau
  • Lulusan SMK Survei dan Pemetaan/Informasi Geospasialdengan lama pendidikan 4 (empat) tahun, memilikisertifikat pelatihan operator SIG dari lembaga pelatihan/institusi atau memiliki pengalaman kerja di bidang Operator SIG paling sedikit 1 (satu) tahun. Lembaga pelatihan/institusi contohnya tidak terbatas pada antara lain: 1) Perguruan tinggi yang mempunyai program studi Teknik Geodesi/Geomatika/Geografi yang terakreditasi A atau Unggul di BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi); atau 2)Institusi pemerintah yang melaksanakan pelatihan di bidang survei dan pemetaan; atau 3)Lembaga pelatihan yang terakreditasi di bidang survey dan pemetaan; atau
  • Lulusan SMK bidang SIG/Survei dan Pemetaan/Teknik Geomatika/Informasi Geospasial dan memiliki sertifikat pelatihan Operator SIG dari lembaga pelatihan/institusi atau memiliki pengalaman kerja bidang SIG paling sedikit 2 (dua) tahun. Lembaga pelatihan/institusi contohnya tidak terbatas pada antara lain:1) Perguruan tinggi yang mempunyai program studi Teknik Geodesi/Geomatika/Geografi yang terakreditasi A atau Unggul di BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional- Perguruan Tinggi); atau 2) Institusi pemerintah yang melaksanakan pelatihan di bidang survei dan pemetaan; atau; 3)Lembaga pelatihan yang terakreditasi di bidang survey dan pemetaan; atau
  • Lulusan SMK/SMU dan sederajat, memiliki sertifikat pelatihan Operator SIG dari lembaga pelatihan/institusi atau memiliki pengalaman kerja di bidang Operator SIG paling sedikit 3 (tiga) tahun. Lembaga pelatihan/institusi contohnya tidak terbatas pada antara lain: 1)Perguruan tinggi yang mempunyai program studi Teknik Geodesi/Geomatika/Geografi yang terakreditasi A atau Unggul di BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional- Perguruan Tinggi); atau 2) Institusi pemerintah yang melaksanakan pelatihan di bidang survei dan pemetaan; atau 3)Lembaga pelatihan yang terakreditasi di bidang survey dan pemetaan; atau
  • Lulusan D2 bidang SIG/Survei dan Pemetaan/Teknik eomatika/Informasi Geospasial; atau
  • Memiliki sertifikat pelatihan Operator SIG dari lembaga pelatihan/institusi dan memiliki pengalaman kerja di bidang Operator SIG paling sedikit 4 (empat) tahun. Lembaga pelatihan/institusi contohnya tidak terbatas pada antara lain: 1)Perguruan tinggi yang mempunyai program studi Teknik Geodesi/Geomatika/Geografi yang terakreditasi A atau Unggul di BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional- Perguruan Tinggi); atau 2)Institusi pemerintah yang melaksanakan pelatihan di bidang survei dan pemetaan; atau 3)Lembaga pelatihan yang terakreditasi di bidang survey dan pemetaan.

III. Persyaratan Pendaftar

  1. Pemohon memahami proses asesmen   Operator Utama Sistem Informasi Geografis yang mencakup persyaratan dan ruang lingkup sertifikasi, hak dan kewajiban pemegang sertifikat.
  2. Pemohon Mengisi Formulir permohonan sertifikasi APL-01 yang dilengkapi dengan bukti: (Persyaratan lebih detail tercantum dalam Skema Sertifikasi point 9.1 – Persyaratan Pendaftaran)
    1. Memiliki KTP/Identitas yang diakui oleh Negara;
    2. Memiliki Ijasah Terakhir atau Sertifikat Pelatihan berbasis kompetensi bidang Survei Terestris;
    3. Surat Keterangan Pengalaman Kerja dibidangnya dari atasannya, apabila ada;
    4. Memiliki sertifikat Keahlian penunjang lainnya;
    5. Pas Foto berwarna 3×4 sebanyak 2 lembar.
    3.  Pemohon mengisi formulir Asesmen Mandiri FR-APL-02 dan dilengkapi dengan bukti pendukung.
    4. Pemohon telah memenuhi persyaratan dasar sertifikasi yang telah ditetapkan.
    5. Pemohon menyatakan setuju untuk memenuhi persyaratan sertifikasi dan memberikan informasi yang diperlukan tim penilai.
    6. LSP menelaah berkas pendaftaran untuk konfirmasi bahwa peserta sertifikasi memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.
    7. Pemohon yang memenuhi persyaratan dinyatakan sebagai peserta sertifikasi.

IV. Biaya Sertifikasi

  1. Biaya sertifikasi kompetensi  Operator Utama Sistem Informasi Geografis, yaitu sebesar Rp.2.000.000. ,- (terbilang dua juta rupiah).
  2. Apabila dinyatakan belum kompeten dalam asesmen, maka asesi dapat mengikuti asesmen ulang dengan biaya sebesar 60% dari biaya poin 1.
  3. Pendaftaran sertifikasi ulang paling lambat  6 bulan setelah hasil asesmen diumumkan . Apabila lebih dari 6 bulan tidak mengajukan sertifikasi ulang akan dianggap pengajuan baru .

V. Download Formulir

  1. Formulir Pendaftaran Sertifikasi
  2. Formulir Permohonan Sertifikasi (APL-01)
  3. Contoh Pengisian APL-01
  4. Formulir Asesmen Mandiri (FR-APL-02)
  5. Contoh Pengisian APL-02
  6. Pernyataan Penggunaan Sertifikat
  7. SKKNI Operator  Utama Sistem Informasi Geografis
  8. Skema Operator Sistem Informasi Geografis 

VI. Banding

  1. Formulir Banding